Kamis, 31 Mei 2012

killing me inside

judulnya serem y ?? 
killing me inside.... 
apa maksudnya t ??
mo bunuh diri ??


eittt... tunggun dulu..tunggu dulu... 
'dengerin dulu gue ngomong !!!' 
(loh ko jadi naik pitam gitu ?! atuuuutt..)


stay cool man... (pke sok ng'inggris lagi ?!) :D
begini flen.... maksud dari judul 'ntu t...
ane ngambilnya cuma sebagai faktor penarik doank...
biar semua bahan logam tertarik (emangnya magnet ??)


serius nee...dari tadi ngaco mulu deh !!!


flen... kali ini aku mo ngebahas tentang suatu hal yang berhubungan dengan kata 'kill.. killing'.
apa saja kah penyebab 'killing' itu ?? 
kata om Ryan d'Masiv se.. cinta ini membunuhku...galaaaaauuu... :D 
begitu hebatnya cinta sampe bisa memakan korban gitu y ?? 
padahal kan katanya cinta itu buta ? 
hayoooo...kenapa sampe bisa bunuh orang ??


oke next... dalam pepatah arab terkenal pepatah al-waqt ka as-sayf i...
waktu itu seperti pedang...dan pedang itu bisa melukai dan bahkan bisa jadi sebagai alat tuk ngebunuh. isn't it ?? nah...gimana ?? udah ketemu benang merah antara judul yang saya pilih dengan tema pembahasan kita kali ini ?? hmmmm..


yups...kite mo ngebahas soal waktu...klo orang Barat punya pepatah 'time is money' karena rata-rata orang Barat itu berorientasi pada 'money' atau secara garis besarnya bisa dibilang klo mereka itu berorientasi pada materi. benar atau tidaknya saya juga belum tau. tugas Anda yang croscek, oke ??


klo di dunia Arab dikenal pepatah 'al-waqt ka as-sayf' karena dulu sering main perang-perangan. eitt.. WARNING !! jangan sampe karena ini lalu dianggap bahwa Islam itu memang terorist. croscek dulu bung sebelum ngomong... kita punya dua telinga n satu mulut... that's mean denger dulu baik-baik baru ngomong... ok, cut !!


waktu itu ibarat pedang...jika kau tak bisa menggunakannya dengan baik maka kamu akan terluka bahkan terbunuh. luka karena penyesalan akan apa yang tlah lalu. atau bisa jadi yang terjadi adalah 'nasi telah menjadi bubur'. waktu itu ibarat bom waktu yang siap meledak dan menghancurkanmu. bagaimana ??
'biar waktu yang menjawab' kata sebagian orang. setuju ngga se dengan ungkapan itu ? how about me ? di satu sisi setuju aja tapi di lain sisi saya tidak setuju. karena ungkapan itu di satu sisinya menunjukkan suatu kepasrahan. belum perang tapi udah nyerah duluan. tapi itu mungkin hanya segelintir orang saja. ohh tidak...apakah aku masuk dalam golongan yang segelintir tersebut ? oh no !!


di lain sisi, ungkapan itu bisa jadi sebagai bentuk penyerahan diri pada-Nya, setelah sekian usaha yang tlah dilakukan hingga 'mentok' n stuck...boleh lah itu terjadi karena manusia cuma bisa berencana dan berusaha dan 'ujung'-nya adalah otoritas-Nya. eitt..itu bukan berarti bahwa Ia akan bertindak seenak hati y...yakin lah everything will be ok. Dia tau yang terbaik tuk kita.


begitu pentingnya waktu hingga Ia menjadikannya sebagai obyek qasm (sumpah). 
"demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." [QS. 103: 1-3]
mayoritas orang mungkin -karena belum yakin dengan statement ini- setuju bahwa waktu itu yang nanti akan menjadi penentu sebagaimana ungkapan orang-orang yang ingkar terhadap-Nya : "...tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa." [QS. 45:24]. jika dipahami secara serampangan, dari ungkapan tersebut dapat dipahami bahwa masa atau waktu itu memang diakui dapat menghancurkan seseorang. (mohon koreksian jika statement saya salah)


berkenaan dengan waktu, Imam Hasan al-Banna pernah berucap, "al-wajibaat aktsar min al-awqaat"...kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. sekarang yang jadi pertanyaan adalah apa aja seh kewajiban kita? jawabannya biar kembali pada diri Anda masing-masing. tak sedikit orang-orang yang terjaga dari tidurnya karena banyaknya kewajiban yang harus ditunaikannya. tapi tak sedikit jua orang yang dengan santainya terlelap nyenyak dalam tidurnya meski ia tau dibelakang sana masih banyak kewajiban yang menantinya. tak ada perasaan gusar sedikitpun dalam hatinya, menjalani hidup dengan apa adanya, melewati hari demi hari tanpa ada perubahan sama sekali. tak pernah kah terpikir kapan kah waktu itu akan berhenti berputar ? lalu bagaimana keadaanmu saat waktu itu berhenti berputar ? 
baginda Rasul -shallallah 'alaihi wa sallam- pernah berkata, "Bagaimana aku bersenang-senang sementara malaikat peniup sangkakala telah menelan tanduk (terompet) dan mendengar izin kapankan diperintahkan untuk meniup lalu ia akan meniup." [HR. Tirmidzi]


seseorang yang mendapat jaminan akan kemenangan di 'hari akhir', akan tetapi masih merasa gundah akan setiap detik yang ia jalani ?! lalu bagaimana dengan kita ? pernahkah kita merasakan hal yang sama ? saat kau rasakan hal yang sama, tidurmu tak kan pernah bisa nyenyak. saat terjaga kau akan merasakan kegelisahan. dan hanya satu obat untuk kesembuhan kegelisahan itu, yakni... 'wake up !!! keep on fighting !!!' sehingga batinmu akan terpuaskan. meski ragamu akan merasakan penat, tapi kepuasan batin itu akan segera menggantinya dengan senyum merekah. believe it or not. silahkan mencoba !!!            


light a candle

aku memilih tuk menjadi lilin saja
itu saja sudah cukup rasanya


bahagia yg ku rasa
saat ku bisa membagi terangku
meski aku sadar hal itu,
cahayaku tak seterang mentari
yang di nanti datangnya setiap hari

dengan segala keterbatasanku...
kan slalu berusaha memberi cahayaku
sampai akhirnya habis masaku
diriku tlah luluh terbakar habis...
dan mati tanpa bisa bersinar lagi

untuk seorang yg tercinta...
yg darinya aku mendapat terang,
dengan tangan lembutnya...
membelaiku manja dengan cinta 
mengukir senyum bahagia
meski kadang hatinya terluka
tetap berdiri di sana
menanti masa...

untuk dia yg tlah pergi...
seseorang yg selalu berusaha tuk jadi matahari,
tuk menyinari relung hati,
yg rela berkorban tuk menjalankan titah,
yg diembankan oleh Sang Rabb al-'Izzah
ikhlas meminjamkan sayapnya,
agar aku mampu terbang ke angkasa
menggapai asa...

mungkin bagi dunia kau tak berarti apa-apa
tapi untukku...kau segalanya...

terima kasih untuk sayap yg kau pinjamkan ini
aku yakin sayap itu yg kan menjadi saksi
saat kau ditanya dihadapan-Nya nanti

Kamis, 24 Maret 2011

jangan... kawan !!!

menu kitty n bearmenu kitty n bearmenu kitty n bear
jangan caci Indonesia-ku... 
jangan caci merah putih-ku... 
jangan caci garuda-ku... 

ini bukan hanya Indonesia-ku... 
merah putih-ku... garuda-ku... 
ini adalah milik kita bersama... 
yang harus kita jaga bersama !!!
YoYo CiCi emoticon  menu 
tapi mengapa hanya sedikit yang sadar akan itu ? 
bahwa Indonesia adalah tumpah darah-nya... 
bahwa merah putih adalah semangat-nya... 
bahwa garuda adalah kebanggaan-nya...

mereka berkata “Aku malu jadi Indonesia!” 
bahkan dalam jejaring sosial pun 
sebuah group mengatas namakan 
dalam forum milik negara tetangga pun 
seorang warga Indonesia mengatakan 
entah berapa banyak keluar kalimat 
bahkan terucap kalimat 
tidak kah ada barang sedikit saja 
rasa sedih membersit dalam hati-mu.? 
AKU... KALIAN... KITA... 
Kaskus Emoticons Smiley Collectionsebagai anak negri ini Kaskus Emoticons Smiley Collection
tawa yang biasanya kita gerai 
perlahan redup bungkam oleh “cacian” 
apakah ini adalah hasil dari tangan kita ?
Kaskus Emoticons Smiley CollectionKaskus Emoticons Smiley CollectionKaskus Emoticons Smiley Collection
Indonesia Ibu Pertiwi kini bersedih 
Sang merah putih terpaksa harus pudar menjadi warna “pink” 
Sang Garuda tampak gagah pun meneteskan air mata 
hanya karena kesalahan seorang atau sekelompok orang

Indonesia yang harusnya menjadi tanah air kita 
Kini malah menjadi tumpahan kekesalan kita 
Indonesia tumpah darah kita bukan tumpah kekesalan kita 
Indonesia bukan perampok... 
Indonesia bukan penjajah... 
Indonesia bukannya tak punya hati nurani...
Kaskus Emoticons Smiley Collection
Indonesia hanya kumpulan kepulauan dan lautan, 
yang tak berakal...tak bisa berkata... 
dia tak pandai bersilat lidah hingga mampu membela diri 
tuk tunjukkan bahwa bukan Indonesia yang salah
Kaskus Emoticons Smiley Collection Kasihan Indonesia-ku... Kaskus Emoticons Smiley Collection
Merah putih yang melambangkan keberanian dan kesucian seakan tak berarti 
Garuda yang melambangkan jiwa yang kuat & gagah pun seakan mati

Coba ketuk hati kita masing-masing 
Mari kita tanggalkan ego gila kita 
Sejenak saja kita berpikir 
Apa yg kita persembahkan agar bisa buat Indonesia bangga 
Buat Merah putih kembali berkibar dg lantang di udara 
Buat Garuda tersenyum dengan gagahnya
Kaskus Emoticons Smiley Collection
ratusan juta jiwa tumbuh dan besar di Indonesia pertiwi ini 
Masing-masing mereka dengan bakat anugerah Ilahi-nya 
 saling berlomba-lomba berkarya 
 entah untuk siapa karya-karya itu akan mereka persembahkan 
hanya mereka dan Tuhan mereka yang tahu 
apa yang tersembunyi di hatinya

sebagian orang juga asyik berlomba-lomba 
mengumpulkan kertas-kertas bertuliskan ‘rupiah’ 
kertas-kertas ajaib yang mampu menutup mata hati 
membuat sang kolektor bak memakai kacamata ‘hitam’ Kaskus Emoticons Smiley Collection
yang menambah kesan gagah pada dirinya 
Garuda saja kalah gagah darinya Kaskus Emoticons Smiley Collection
Mereka mampu wujudkan semua yg diinginkan
Kaskus Emoticons Smiley Collection
Rasanya ingin seperti mereka 
Tapi Tuhan-ku berkata “tak usah lah...” 
Aku protes “kenapa? 
Aku ingin tampak gagah seperti mereka! Apa itu salah?” 
Tuhan-ku kembali menyahut
“untuk tampak gagah... 
tak mesti harus dg memakai kacamata hitam Kaskus Emoticons Smiley Collection
Tak mesti harus dengan banyaknya koleksi 
kertas berwarna-warni yg berakibat membutakan hati Kaskus Emoticons Smiley Collection
Gagah-lah dg hati dan akal-mu...
bukan nafsu dan ego-mu” 
Kaskus Emoticons Smiley Collection
Aku terdiam dan berpikir ... 
Ku katakan pada hati-ku...
“santai aja lah nikmati yg ada... 
Kebahagiaan tidak semata-mata oleh karena materi 
Tapi karena sesuatu yang dinamakan ‘hati nurani’ 
 Yang ada pada diri 
 Yang tak perlu susah payah dicari”


menu

Senin, 21 Februari 2011

Kehidupan Amerika (Part II)

Masih ingat cerita Kehidupan Amerika (Part I) kemarin ?Ugly Chick emoticon, smiley, emo, smilies ini saya hadirkan kembali lanjutan dari tulisan Bapak H.M.Gazali (alm) yang beliau beri judul 'Melongok Peri Kehidupan Sosial di Amerika'menu Selamat membaca!! 


Orang-orang Amerika yang kebanyakannya non-muslim atau kafir ‘dalam istilah kita’ dan mereka kelak akan dijebloskan oleh Allah ke dalam neraka tampak lebih santun di jalan raya ketimbang kita yang menurut kita bahwa sorga yang ada di akhirat nanti adalah milik kita. 

Sebuah contoh, orang yang mau menyeberang jalan lebih diutamakan untuk menyeberang jalan terlebih dahulu dan pengendara mobil pun berhenti dan mobil baru dijalankan setelah orang menyeberang, sementara di Indonesia bagi orang yang mau menyeberang jalan harus memiliki kesabaran yang luar biasa demi menghormati para pengguna jalan, orang-orang kaya yang memiliki kendaraan yang barangkali beranggapan bahwa merekalah yang lebih utama menggunakan jalan raya ketimbang para pejalan kaki yang miskin papa.

Tak pernahkah kita merenung makna sebuah hadits yang berbunyi:
 .قال رسول الله ص.م.: الراحمون يرحمهم الرحمن. ارحموا من فى الأرض يرحمكم من فى السمآء
"Orang-orang yang memiliki sikap kasih sayang kepada orang lain, akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihilah orang yang berada di bawahmu (yang lebih rendah darimu, yang lebih lemah darimu, dan yang lebih miskin darimu), niscaya orang-orang di atas (maksudnya, Allah dan para malaikat-Nya dan orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya darimu, lebih kuat darimu, dan lebih kaya darimu) akan menyayangimu." (H.R. al-Bukhari

Orang-orang Amerika merasa bahwa menekan klakson itu haram (sama hukumnya dengan umat Islam memakan daging babi), sementara bagi umat Islam di Indonesia, menekan klakson adalah suatu kemestian agar orang berhati-hati agar tidak tertabrak oleh kita, sementara kita sendiri kita anggap sudah hati-hati, dan apabila tertabrak, itu sudah takdir Tuhan. Padahal baru saja kita mengucapkan salam kepada orang lain: 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
 Yang artinya: Semoga anda selamat, dan selalu memperoleh rahmat dan berkah dari Allah SWT

Apakah salam kita masih dalam bentuk ritual, mengucapkan salam itu sunat hukumnya dan kita mendapatkan pahala dari Allah SWT dan menjawabnya hukumnya wajib dan bila tidak dijawab berdosa, sementara memelihara keselamatan orang lain sebisanya atau semampunya saja. Kalau toh tidak mampu, maka tidak mengapa, yang penting kita sudah mengucapkan salam.

Di Amerika, orang tidak sembarangan membuang sampah, tidak seperti di tempat kita, di mana pun kita bisa membuang sampah. Meskipun kita sangat hafal sabda Rasulullah SAW:
 قال رسول الله ص.م.: النظافة نصف الإيمان
Kebersihan itu bernilai separoh iman

Pernah kita buang air kecil di kamar kecil di sebuah mesjid di Amerika, alangkah tersentak dan kagumnya menyaksikan sebuah toilet yang dihiasi bunga-bungaan, dan semerbak mewangi, dengan dihiasi lampu dengan pernik-pernik yang indah dan karpet tebal, kita pun khawatir kalau-kalau air seni terjiprat ke karpet, maka kita pun hati-hati buang air kecil dan mencucinya agar tidak basah, kita lap dengan tissue yang telah disediakan. Barangkali sulit kita bayangkan ada kamar kecil yang bisa digunakan menjadi tempat tidur ini di Indonesia. 

Barangkali budaya bersih masih terlalu sulit dan terlalu ideal untuk dilaksanakan. Dan kita masih beranggapan bahwa santri atau siswa kita yang hapal dengan baik hadits tersebut dan mampu menuliskannya dengan khat yang indah sudah layak diberi nilai delapan bahkan sembilan, meskipun orangnya kotor dan kumuh. 

Semoga ini bisa menjadikan renungan bagi kita. Jika kita beranggapan bahwa orang muslim itu adalah sosok yang membuat orang lain merasa selamat dengan kehadirannya, sebagaimana yang disuarakan oleh Rasulullah SAW bahwa: “Orang muslim itu adalah apabila orang muslim yang lain merasa selamat dan aman dari kejahatan dirinya”. Begitu pula jika kita beranggapan bahwa orang yang mengaku beriman itu membuat orang lain merasa aman dengan kehadirannya, maka akan sangat baik pada setiap kita shalat, kita memohon petunjuk kepada Allah agar membetulkan langkah dan meluruskan jalan kita dan kirta tutup shalat kita dengan do’a “al-Salam ‘alaikum”, yang berarti “Semoga anda selamat sejahtera.” Semogalah setiap kita selesai shalat, sikap kita menjadi lebih baik dari sebelum kita shalat, sehingga tercapailah tujuan shalat kita: 
 إن الصلاة تنهى عن الفحشآء والمنكر. العنكبوت/29: 45
Sesungguhnya shalat itu mencegah sikap-sikap keji dan mungkar. (Q.S. Al-Ankabut [29]: 45)
Semoga dengan shalat akan semakin baiklah hal ihwal orang lain terhadap keberadaan kita. Dan orang lain tidak takut, khawatir, syak wasangka. 

Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kemurahan hati terhadap saudara-saudara kami, seagama, sebangsa, dan senegara, meskipun berbeda agama. Jadikanlah diri kami pelindung bagi kaum yang lemah, kelompok minoritas, masyarakat miskin, atau masyarakat bawah. Kalau bukan kami yang menyayangi mereka siapa lagi ya Allah? Bukanklah kami sudah sering membaca basmalah agar hati kami disirami sikap rahmah seperti yang tergambar dalam sikap Engkau al-Rahman (Maha Pengasih) dan al-Rahim (Maha Penyayang). 

Ya Allah tautkanlah rasa persaudaraan di hati kami, janganlah Engkau cerai beraikan kami dengan sikap kasar, beringas, brutal, sikap tak tahu menahu, sikap tak mau peduli terhadap kelompok yang lemah dan Engkau Maha Pengasih dari seluruh yang pengasih. Limpahkan sikapmu yang maha baik itu kepada kami ya Allah.

Minggu, 20 Februari 2011

Kehidupan Amerika (Part I)

Sesuai judul di atas maka tak ada salahnya kalau kali ini saya cantumkan gambar bendera milik negeri Paman Sam yang merupakan negara terbesar ke-3 atau ke-4 berdasarkan total luas wilayahnya dan terbesar ke-3 berdasarkan jumlah penduduk.

Tulisan saya kali ini diambil dari tulisan Bapak Alm. H.M. Gazali -allahummaghfir lahu wa 'aafihi wa'fu 'anhu- yang kebetulan memang berkesempatan berkunjung ke negri Paman Sam tersebut. berikut kisah yang beliau tuliskan... 

Pada bulan September 2002 yang lalu ada 25 orang kyai dari pesantren di Indonesia yang diundang oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Mereka ditempatkan di Amherst, Massachussettes. Mereka mendapatkan training dari ITD (Institute for Training and Development) University of Massachussettes USA kerjasama dengan INSIST (Institute for Social and Transformation) Yogyakarta selama dua minggu ditambah seminggu ke Albany, Washington D.C., dan New York. 

Ada sejumlah pertanyaan yang tentu saja terlontar untuk program tersebut. Untuk apa para kyai tersebut diundang ke Amerika? Apakah ada pesantren di Amerika Serikat, sehingga mereka diundang untuk mengikuti training di sana? Ataukah justeru mereka diundang ke sana hanya untuk sekadar cuci otak agar pemikiran mereka dapat dipengaruhi oleh pihak Amerika dan dapat membenarkan sikap arogansi Amerika yang terlihat semakin nyata saat ini? Pertanyaan itu wajar saja muncul mengingat hampir dapat dipastikan bahwa di Amerika tentu saja kecil kemungkinan ada pesantren. Kalau ingin mengadakan training kepesantrenan untuk para kyai, mengapa harus ke Amerika, tidak ke Timur Tengah? Tentu saja diundangnya sejumlah kyai pesantren ke Amerika tersebut dianggap oleh masyarakat Indonesia sebagai usaha Amerika untuk mendinginkan suasana kemarahan umat Islam yang tampak semakin geram terhadap ulah negara Adidaya tersebut kepada sejumlah negara Islam. Bahkan para kyai sendiri pun agak bertanya-tanya dan malahan bercampur syak wasangka, mengapa mereka diundang ke Amerika Serikat?

Ketika di Amerika, kyai tersebut dibawa ke tempat-tempat pendidikan, dari pendidikan pra-TK, TK, SD (mencakup SMP) baik SD Islam maupun SD biasa, SMA baik negeri maupun swasta seperti Cushing Academy (SMA termahal di Amerika yang biaya pertahunnya sekitar 350 juta), Universitas George Town yang memiliki Fakultas tentang Islamic Studies. 

Dari program training yang diberikan oleh ITD yang kebanyakan waktunya, para peserta dibawa melihat-lihat secara langsung pengelolaan pendidikan di Amerika Serikat, ternyata cukup banyak hal yang dapat dijadikan bahan pelajaran dan bandingan untuk pengembangan program pembelajaran di Indonesia. 

Kalau dalam Islam, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahad”, maka tampaknya, di Amerika gaung hadits tersebut lebih menggema. Sebagai contoh, pendidikan di Indonesia dimulai sejak TK sampai dengan S.3, sedangkan di Amerika sebelum TK masih ada pra-TK di mana anak-anak titipan dititipkan di tempat asuhan yang tidak hanya sekadar tempat penitipan anak oleh orang tua yang bekerja di kantor, akan tetapi tempat penitipan anak tersebut dilengkapi dengan aneka ragam alat bermain sehingga sebelum anak masuk TK, mereka sudah mengerti banyak tentang alat-alat peraga. Contoh lain, di suatu kelas di salah satu SD di Amerika, untuk satu kelas saja memiliki perpustakaan tersendiri, memiliki televisi yang dilengkapi dengan CD player dan handy camera, kelas yang dipenuhi dengan tempelan foster-foster dunia fauna dan flora, angkasa, fisika dan lainnya yang membuat siswa yang baru saja masuk ke dalam kelas, sebelum membuka buku, baru melihat suasana kelas, sudah terbuka pikiran mereka terhadap dunia ilmu pengetahuan. SMA di sana memiliki perpustakaan yang mungkin lebih besar dari perpustakaan daerah serta dilengkapi dengan internet, bahkan mereka memiliki peralatan shooting yang lengkap dan peralatan yang mutakhir. Mereka memiliki studio musik, teater, peralatan cetak, dan olahraga yang serba lengkap. Menyaksikan Perpustakaan Universitas Amherst yang memiliki 26 tingkat saja sudah membuat kita berdecak kagum, apalagi kalau kita melihat isi perpustakaannya yang amat lengkap. Dan yang menarik lagi para orangtua yang penglihatan mereka sudah agak rabun sering didatangi sukarelawan-sukarelawan dari anak-anak SMA yang datang ke rumah mereka untuk membacakan buku-buku yang mereka senangi, dan apabila buku tersebut memiliki kaset, maka siswa (sukarelawan) tersebut meminjamkan ke perpustakaan yang memiliki kaset tersebut untuk diperdengarkan kepada para orangtua yang tidak begitu mampu lagi membaca. 

Dari perjalanan ke Universitas George Town diperoleh keterangan bahwa dari 11 September 2001 ada hikmah peristiwa yang bisa diambil, yakni, masyarakat Amerika yang sebelum peristiwa 11 September 2001 memeluk agama Islam setiap hari tidak kurang dari sekitar 2000-an orang, setelah peristiwa 11 September 2001 tersebut orang yang masuk Islam berlipat ganda 3x lipat bahkan lebih yakni antara 6000 hingga 7000 orang yang berislam setiap hari. Ada beberapa hal yang mendukung semakin semaraknya orang Amerika memeluk Islam; hal itu dimungkinkan oleh pengaruh bacaan. Karena buku yang paling laku di Amerika saat ini adalah pertama tentang siapa Usamah ibn Laden?, kedua tentang apa itu Islam? Selain itu tentang peri kehidupan sufistik kebanyakan umat Islam di Amerika. Umat Islam banyak yang hidupnya sederhana akan tetapi mereka dapat hidup tenang dan tenteram, sementara orang Amerika kebanyakan, mereka hidup bergelimang harta, namun mereka sering merasa dengan memanjakan diri dengan harta pun mereka tidak merasa puas dan tenang, bahkan banyak di antara mereka yang justeru semakin gelisah. Nuansa kehidupan seperti itulah yang barangkali membuat mereka lebih tertarik untuk memilih Islam.

Minggu, 13 Februari 2011

Maher Zain

baarakallaahu lakumaa
wa baaroka ‘alaikumaa...
wa jama’a baynakumaa fii khair...

Tak ada yang tak kenal dengan rangkaian kalimat di atas. Rangkaian kalimat di atas adalah do’a yang diajarkan oleh Baginda Nabi –khotamul anbiyaa Muhammad bin Abdullah habibullah sholli wa sallim ‘alaih- untuk para pengantin.

Bapak Fauzhil Adhim dalam bukunya Kupinang Kau Dengan Hamdalah menyebutkan bahwa do'a ini lebih utama diucapkan untuk si pengantin. Bukan ucapan "moga langgeng yaa...banyak anak...diberi rizki yang banyak..." and bla bla bla.... Mengapa?   Karena ketika si pengantin telah mendapat berkah dari-Nya maka insyaAllah yang lain bakal ngekor deh...rezki lancar...banyak anak...dan dapat sakinah mawaddah wa rahmah (kalo g salah seh gitu kata bapa Fauzhil Adhim, aku lupa soalnya bukunya lagi dipinjem temen). Untuk lebih jelasnya silahkan kawan2 hunting bukunya di toko-toko terdekat atau find it here 

Salah satu temanku berkata, “eh...ada lagu Barakallah lho !!” Sontak aku jadi penasaran dan mengalunlah lagu dengan lirik awal :


We’re here on this special day...
Our hearts are full of pleasure... 
A day that brings the two of you... 
Close together...
We’re gathered here to celebrate... 
A moment you’ll always treasure...
We ask Allah to makeyour love... 
Last forever... 

Aku pun tertarik lalu copy-paste lagu tersebut ke laptop kesayanganku ini. Ketertarikanku hanya berhenti sampai di situ. Tak ada keinginan untuk mengetahui siapa itu Maher Zain. Aku hanya bersikap masa bodoh. Dan dalam jejaring sosial pun sering ku temukan nama Maher Zain nampang sebagai music favorit kawan-kawan facebook-ku. Aku tetap saja masa bodoh sampai akhirnya adikku bertanya, “ka...pernah dengar lagu ini?” mengalun lah irama musik...  menu

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
Wow...aku tersanjung oleh kata-kata dalam lirik lagu itumenu  Kembali nama Maher Zain tampil di otakku. Dari dua buah lagu yang ku dengar ini akhirnya membuatku tertarik untuk mengenal siapa itu Maher Zain. Browsing di internet itulah satu-satunya jalan, pikirku    Akhirnya pilihanku tertuju pada tulisan dari Wikipedia tentang Maher Zain. Dari situ aku tahu bahwa dia adalah seorang penyanyi, musisi, penulis lagu, dan komposer kelahiran Tripoli, Lebanon. Ayahnya Mushtafa Maher adalah seorang penyanyi lokal di kota Tropoli itu. Ketika berumur 8 tahun mereka sekeluarga pindah ke Swedia. 

Januari 2010 kemarin, lagunya 'Ya Nabi Salam Alayka' menyabet gelar 'the best song for 2009' pada Nujoom FM -stasiun musik terbesar di Timur Tengah. ia mengalahkan Hossein Al-Jismi, Mohammed Mounir dan Sami Yusuf.


Lelaki kelahiran 16 Maret 1981 ini telah me'releas'  album pertamanya "Thank you Allah" pada tanggal 1 November 2009. Album yang berisikan 13 lagu dan 2 bonus track. Waaahh...jadi pengen koleksi albumnya ntar milk box head emoticon, smiley, emo, smilies Untuk lebih lengkapnya tentang om Maher Zain, kawan2 bisa lihat di sini menu  twitternya juga ada lho...and jangan lupa follow me juga yaaa @love34ch0ther biar aku punya banyak temen 



Sabtu, 12 Februari 2011

you're my hero,dad.!!!

Sosok yg kadang tidak disukai karena 'keras'-nya ialah dia makhluk yg sering dipanggil dg sebutan Ayah, Bapak, Abi, Abah, atau sejenisnya. Berikut adalah kisah tentang ayah. Selamat membaca . .


Suatu ketika, seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badannya yang bungkuk, disertai suara batuk-batuk, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut dan badan Ayah kian bungkuk ?" 

Sang ayah menjawab, "Sebab aku laki-laki, nak…“ Itulah jawaban ayahnya. 

Anak wanita itu bergumam, " Aku tidak mengerti, Ayah." 

Jawaban ayahnya itu membuatnya tercenung penuh rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanitanya itu. Kemudian ditepuknyalah bahunya sambil berkata: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki." 

Bisikan ayahnya tersebut membuat anak wanita itu bertambah bingung. Karena penasaran, anak wanita itu menghampiri ibunya, lalu bertanya: "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut dan badannya kian bungkuk? Tapi Ayah sepertinya tidak mengeluh dengan keadaannya itu. Tidak ada keluhan dan rasa sakit." Ibunya menjawab: "Anakku, seorang laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan mengalami hal demikian." Hanya itu jawaban sang Bunda.

Anak wanita itu pun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi sejauh ini dia tetap belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya. Hingga pada suatu malam, sang anak wanita itu bermimpi. Dalam mimpi itu dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat yang merupakan jawaban atas rasa penasarannya selama ini. 

“Saat Ku-ciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi. 

Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan keperkasaannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. 

Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari nafkah yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun mungkin dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya yang tidak puas atas hasil jerih payahnya itu. 

Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup dan kedinginan karena tersiram hujan serta terterpa hembusan angin. Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya. Yang selalu dia ingat adalah di saat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya. 

Ku-berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya dia diterpa keletihan dan kesakitan. 

Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha, berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal kasih sayangnya itu pula yang memberikan perlindungan rasa aman pada saat anak-anaknya tertidur lelap. Sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara. 

Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi. 

Ku-berikan kerutan di wajahnya untuk menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikir dan tenaganya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup bahagia. Badannya yang bungkuk adalah bukti bahwa sebagai laki-laki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. 

Ku-berikan kepada laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki." 

Terbangunlah anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa. Ketika ayahnya berdiri, anak wanitanya itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayanya. "AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH."