judulnya serem y ?? killing me inside....
apa maksudnya t ??
mo bunuh diri ??
eittt... tunggun dulu..tunggu dulu...
'dengerin dulu gue ngomong !!!'
(loh ko jadi naik pitam gitu ?! atuuuutt..)
stay cool man... (pke sok ng'inggris lagi ?!) :D
begini flen.... maksud dari judul 'ntu t...
ane ngambilnya cuma sebagai faktor penarik doank...
biar semua bahan logam tertarik (emangnya magnet ??)
serius nee...dari tadi ngaco mulu deh !!!
flen... kali ini aku mo ngebahas tentang suatu hal yang berhubungan dengan kata 'kill.. killing'.
apa saja kah penyebab 'killing' itu ??
kata om Ryan d'Masiv se.. cinta ini membunuhku...galaaaaauuu... :D
begitu hebatnya cinta sampe bisa memakan korban gitu y ??
padahal kan katanya cinta itu buta ?
hayoooo...kenapa sampe bisa bunuh orang ??
oke next... dalam pepatah arab terkenal pepatah al-waqt ka as-sayf i...
waktu itu seperti pedang...dan pedang itu bisa melukai dan bahkan bisa jadi sebagai alat tuk ngebunuh. isn't it ?? nah...gimana ?? udah ketemu benang merah antara judul yang saya pilih dengan tema pembahasan kita kali ini ?? hmmmm..
yups...kite mo ngebahas soal waktu...klo orang Barat punya pepatah 'time is money' karena rata-rata orang Barat itu berorientasi pada 'money' atau secara garis besarnya bisa dibilang klo mereka itu berorientasi pada materi. benar atau tidaknya saya juga belum tau. tugas Anda yang croscek, oke ??
klo di dunia Arab dikenal pepatah 'al-waqt ka as-sayf' karena dulu sering main perang-perangan. eitt.. WARNING !! jangan sampe karena ini lalu dianggap bahwa Islam itu memang terorist. croscek dulu bung sebelum ngomong... kita punya dua telinga n satu mulut... that's mean denger dulu baik-baik baru ngomong... ok, cut !!
waktu itu ibarat pedang...jika kau tak bisa menggunakannya dengan baik maka kamu akan terluka bahkan terbunuh. luka karena penyesalan akan apa yang tlah lalu. atau bisa jadi yang terjadi adalah 'nasi telah menjadi bubur'. waktu itu ibarat bom waktu yang siap meledak dan menghancurkanmu. bagaimana ??
'biar waktu yang menjawab' kata sebagian orang. setuju ngga se dengan ungkapan itu ? how about me ? di satu sisi setuju aja tapi di lain sisi saya tidak setuju. karena ungkapan itu di satu sisinya menunjukkan suatu kepasrahan. belum perang tapi udah nyerah duluan. tapi itu mungkin hanya segelintir orang saja. ohh tidak...apakah aku masuk dalam golongan yang segelintir tersebut ? oh no !!
di lain sisi, ungkapan itu bisa jadi sebagai bentuk penyerahan diri pada-Nya, setelah sekian usaha yang tlah dilakukan hingga 'mentok' n stuck...boleh lah itu terjadi karena manusia cuma bisa berencana dan berusaha dan 'ujung'-nya adalah otoritas-Nya. eitt..itu bukan berarti bahwa Ia akan bertindak seenak hati y...yakin lah everything will be ok. Dia tau yang terbaik tuk kita.
begitu pentingnya waktu hingga Ia menjadikannya sebagai obyek qasm (sumpah).
"demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran." [QS. 103: 1-3]mayoritas orang mungkin -karena belum yakin dengan statement ini- setuju bahwa waktu itu yang nanti akan menjadi penentu sebagaimana ungkapan orang-orang yang ingkar terhadap-Nya : "...tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa." [QS. 45:24]. jika dipahami secara serampangan, dari ungkapan tersebut dapat dipahami bahwa masa atau waktu itu memang diakui dapat menghancurkan seseorang. (mohon koreksian jika statement saya salah)
berkenaan dengan waktu, Imam Hasan al-Banna pernah berucap, "al-wajibaat aktsar min al-awqaat"...kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. sekarang yang jadi pertanyaan adalah apa aja seh kewajiban kita? jawabannya biar kembali pada diri Anda masing-masing. tak sedikit orang-orang yang terjaga dari tidurnya karena banyaknya kewajiban yang harus ditunaikannya. tapi tak sedikit jua orang yang dengan santainya terlelap nyenyak dalam tidurnya meski ia tau dibelakang sana masih banyak kewajiban yang menantinya. tak ada perasaan gusar sedikitpun dalam hatinya, menjalani hidup dengan apa adanya, melewati hari demi hari tanpa ada perubahan sama sekali. tak pernah kah terpikir kapan kah waktu itu akan berhenti berputar ? lalu bagaimana keadaanmu saat waktu itu berhenti berputar ?
baginda Rasul -shallallah 'alaihi wa sallam- pernah berkata, "Bagaimana aku bersenang-senang sementara malaikat peniup sangkakala telah menelan tanduk (terompet) dan mendengar izin kapankan diperintahkan untuk meniup lalu ia akan meniup." [HR. Tirmidzi]
seseorang yang mendapat jaminan akan kemenangan di 'hari akhir', akan tetapi masih merasa gundah akan setiap detik yang ia jalani ?! lalu bagaimana dengan kita ? pernahkah kita merasakan hal yang sama ? saat kau rasakan hal yang sama, tidurmu tak kan pernah bisa nyenyak. saat terjaga kau akan merasakan kegelisahan. dan hanya satu obat untuk kesembuhan kegelisahan itu, yakni... 'wake up !!! keep on fighting !!!' sehingga batinmu akan terpuaskan. meski ragamu akan merasakan penat, tapi kepuasan batin itu akan segera menggantinya dengan senyum merekah. believe it or not. silahkan mencoba !!!







