itu saja sudah cukup rasanya
bahagia yg ku rasa
saat ku bisa membagi terangku
meski aku sadar hal itu,
cahayaku tak seterang mentari
yang di nanti datangnya setiap hari
kan slalu berusaha memberi cahayaku
sampai akhirnya habis masaku
diriku tlah luluh terbakar habis...
dan mati tanpa bisa bersinar lagi
yg darinya aku mendapat terang,
dengan tangan lembutnya...
membelaiku manja dengan cinta
mengukir senyum bahagia
meski kadang hatinya terluka
tetap berdiri di sana
menanti masa...
seseorang yg selalu berusaha tuk jadi matahari,
tuk menyinari relung hati,
yg rela berkorban tuk menjalankan titah,
yg diembankan oleh Sang Rabb al-'Izzah
ikhlas meminjamkan sayapnya,
agar aku mampu terbang ke angkasa
menggapai asa...
tapi untukku...kau segalanya...
aku yakin sayap itu yg kan menjadi saksi
saat kau ditanya dihadapan-Nya nanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar